Jumat, 31 Agustus 2012

PULAU TIDUNG

INDAHNYA JEMBATAN CINTA DI PULAU TIDUNG

2 Hari ini aku dapat pengalaman Luar biasa yang akan jadi cerita seru buat teman-teman, saudara, rekan kerja dan istriku tercinta.
ini pertama kalinya aku mengijakkan kaki kepulau selain pulau jawa, Impianku selama ini akhirnya terwujud. aku sungguh terpesona dengan apa yang allah suguhkan 2 hari terakhir ini.
Pemandangan laut yang jauh dari dugaanku, Airnya bening sejernih air mineral dalam botol yang dihiasi pasir putih, karang, rumput laut dan Ikan yang menari2 indah terlihat dari permukaan.
Sejak lama Aku sering membaca artikel tentang keaneka ragaman indahnya Pulau seribu,
Nih penjelasan sedikit tentang Pulau Tidung Versi artikel:
Jembatan penghubung pulau tidung kepulau pertanian
Pulau Tidung merupakan pulau terbesar dalam gugusan pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu. Pulau Hunian penduduk ini memiliki luas sekitar 109 ha dengan populasi sekitar 5000 jiwa. Nama Pualu Tidung berasal dari kata Tidung yang artinya tempat berlindung, karena pulau ini sering dijadikan tempat berlindung dari bajak laut atau perompak, maka pulau ini dinamakan Pulau Tidung.

Tapi Versi salah warga yang bercerita langsung denganku hari ini Jauh berbeda, Begini singkat cerita tentang asal nama Pulau tidung
Tidung adalah nama suku disalah satu suku diKalimantan, Pada zaman dahulu Sekitar tahun 1897 Belanda membujuk Raja suku Tidung untuk bekerja sama membudak rakyat untuk bekerja rodi agar hasil rempah2 yang didapat belanda berlipat ganda. Namun Raja tsb tidak sudi dan menolak dengan mengerahkan anak buahnya untuk mengusir belanda dari tanah Kalimantan,
Namun usahanya gagal, banyak prajurit yang gugur dimedan perang dikarenakan senjata yang dugunakan tidak seimbang dan banyak prajurit yang kelaparan dikarenakan belanda telah menguasai semua cadangan makanan suku Tidung.
Akhirnya sang Raja menyerah dan pasrah melihat banyak prajuritnya yang gugur dimedan perang Dan diasingkan kesebuah pulau diantara pulau seribu yang kini dinamai Pulau TIDUNG.
Saat itu pula Belanda menguasai semua daerah suku tidung dan mengambil alih pemerintahan.

Hhmmm Ngantuk juga udah malam, maklum 2 hari ini saya terlalu asik dipulau tidung hingga lupa istirahat, sekarang saya mau tidur dulu ya... Janji besok saya ceritain kelanjutannya.
Tau nggak?? sambil nulis blog ini saya terasa terombang ambing dikapal, efek tadi 4 jam naik kapal dari pulau tidung ke Muara angke.

Lain kali saya lanjutkan.. Good night:)

SINGAPORE IN SOLO

4 Hari lalu saya ke solo, hampir saya nggak nyangka liat kota yang bikin saya pangling.
ini indonesia apa singapur ya (Dalam hati)?
Dari bandara Langsung saya dijemput Bustrans solo kekota.
Dikota yang tertata rapi saya kaget liat bus bertingkat yang sudah punah dijakarta, Pedagang kaki lima modern banget, Masakanya bersih, tertata rapi, terus penjualnya juga rapi pake baju seragam,
tamannya juga tambah banyak ada dimana2 rindang,Sejuk banget walau lagi musim kemarau,
petugas kebersihan yang sigap selalu satndby disetiap sudut taman bersihin setiap daun dan kotoran yang jatuh, masyarakatnya masih ramah-ramah, terjaga selalu image solo yang terkenal Ramah sejak dulu,


kalau malam banyak sepeda dan becak berhias lampu berwarna-warni mengelilingi alun-alun utara kota solo, puas keliling alun2 cuma bayar nggak lebih dari Rp.7000,-
kalau sudah letih bisa langsung slonjoran sambil makan malam yang nikmat nggak ada duanya.










Lambchop dengan saus jamur, Beukenhoff, Museum Ullen Sentalu, Kentang tumbuknya leleh di mulut, pekat dengan mentega dan keju. Tokoh utama Daging Kambing tanpa lemak. Jadilah saya makan sambil merasakan sensasi nikmat
Maknyoosss... mantap markotopp!!!
Pengen lagi secepatnya kesana lagi bareng istri. AYO WUJUDKAN JAKARTA BARU BANG JO!!!